27 February 2010

Denny: Ada Partai Coba Negosiasi Kasus Hukum ke Presiden

Jakarta - Seiring berlangsungnya perumusan kesimpulan Pansus Angket Bank Century, ada utusan partai yang mencoba menegosiasi kasus hukum yang diterpanya kepada Presiden SBY. Partai tersebut siap mengubah kesimpulan akhirnya jika Presiden mau bernegosiasi.

Demikian disampaikan Staf Khusus Presiden SBY Bidang Hukum dan HAM, Denny Indrayana, kepada detikcom per telepon, Sabtu (27/2/2010).

"Namun Presiden tidak mau bernegosiasi apapun terhadap kasus hukum," kata Denny.

Presiden, kata Denny, meyerahkan sepenuhnya masalah hukum kepada penegak hukum. "Presiden sangat menghormati proses penegakan hukum," katanya.

"Jangankan kepentingan partai politik tertentu, terhadap proses hukum kerabat Beliau sendiri, prosesnya dibiarkan berjalan tanpa intervensi apapun. Karenanya, saya yakin, presiden pasti akan menolak upaya partai tertentu yang mentransaksikan dan menukar posisi melihat kasus century dengan proses hukum yang sedang mereka jalani. Pasti tidak akan terjadi deal. Dalam hal demikian, saya yakin, presiden akan menjawab: no deal!," jelas Denny.

Namun demikian, Denny merahasiakan partai mana yang dimaksud. Ia juga tidak mau menyebut kasus hukum apa yang melatarbelakangi kedatangan utusan partai tersebut.

Ditanya apakah partai tersebut termasuk partai koalisi SBY, Denny mengelak menjawab. "Saya tidak mau sebut," kata Denny yang juga tidak mau menyebut tempat dan waktu kedatangan utusan partai tersebut.

Seperti diketahui, sejumlah kasus hukum memang menyeruak seiring dengan berjalannya Pansus Angket Bank Century. Kasus tersebut mulai dari kasus dugaan impor sapi fiktif dengan tersangka Ketua MPP PPP Bachtiar Chamsyah, kasus dugaan suap pemilihan Deputi Gubernur Senior BI 2004 dengan tersangka sejumlah politisi PDIP, PPP dan Golkar, kasus dugaan LC fiktif yang melibatkan politisi PKS Misbakhun, sampai kasus dugaan penggelapan pajak oleh perusahaan Group Bakrie.

Khusus masalah pajak, Presiden SBY sudah tiga kali menyinggungnya di depan publik.

Sumber : detik.com


21 January 2010

Hindari Perampokan, PIN ATM Diganti Sidik Jari

JAKARTA - Sejumlah anjungan tunai mandiri milik BCA, BNI, dan Permata di Kuta Bali dibobol oleh orang tidak bertanggung jawab. Modus yang digunakan yakni dengan merekam nomor personal identification number (PIN) menjadi sidik jari.


Ini diusulkan Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Ito Sumardi kepada wartawan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Kamis (21/1/2010).

“Jadi kedepan dalam waktu dekat, kita akan mengundang otoritas perbankan untuk membuat suatu pengamanan, seperti pemindaian sidik jari untuk aksesnya. Jadi nanti tidak bisa lagi dititip-titipkan pin-nya, akan merugikan kita,” kata Ito.

Sementara itu, Ito menjelaskan modus yang dilakukan mafia Rusia tersebut merupakan modus lama.

“Modus operandinya itu sama lah dengan yang lama, bisa saja mereka (jaringan lama) melakukan operasinya kembali ya,” tandasnya.

“Jadi ini masih dalam penyelidikan dan proses penyelidikan dikasih waktu. Kita nanti ingin agar kasus ini terungkap secepat-cepatnya ya, karena kita perkirakan orangnya masih berada di sana (Bali). Beri waktu kepada kami untuk mengungkap karena ini masih dalam penyelidikan,” tandasnya.
(kem)

Sumber : okezone.com

26 December 2009

SBY Belum Rencana Tertibkan Koalisi

Bogor - Dinamika politik dalam proses angket Century memperlihatkan adanya masalah dalam koalisi partai politik pendukung Presiden SBY dan Wapres Boediono. Namun belum ada rencana dari Istana untuk menertibkan koalisi.

Demikian dikatakan Jubir Kepresidenan Julian Aldrin Pasha saat ditanya soal kemungkinan penertiban koalisi parpol pendukung SBY-Boediono.

"Belum ada pembicaraan ke arah sana," ujar Julian di kediaman SBY, Cikeas, Bogor, Sabtu (26/12/2009).

Meski demikan, bukan berarti dinamika politik belakangan ini tidak menjadi perhatian Presiden SBY. Menurt Julian, apa yang menjadi tanggapan SBY adalah praktek politik seharusnya berjalan dengan tetap memperhatikan etika politik yang ada.

"Presiden intinya hanya menyampaikan agar etika politik diperhatikan. Bisa kan dilihat di dalam terminologi apa yang dimaksud dengan etika politik itu," pungkas Julian.


11 October 2009

PKS Tak Persoalkan PDIP dan Golkar Dapat Jatah Menteri

Jakarta - PDI Perjuangan dan Golkar dikabarkan akan mendapat jatah menteri di kabinet SBY-Boediono. PKS mengaku tidak keberatan jika SBY memberikan jatah menteri pada dua parpol yang menjadi lawannya selama pilpres tersebut.

"Silakan saja, bagaimana pak SBY menggunakan strategi dalam pemerintahan, " ujar Presiden PKS Tifatul Sembiring usai Rakernas PKS di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta, Minggu (11/10/2009).

Tifatul mengaku bisa menerima keinginan SBY yang ingin membentuk strong government dengan cara merangkul semua kekuatan politik. Namun PKS masih yakin akan komitmen SBY yang akan menomorsatukan partai-partai koalisi dalam penyusunan kabinet.

"Kita tetap yakin komitmen dia pada seluruh partai koalisi tetap dia penuhi," jelasnya.

Tifatul pun menilai dukungan SBY saat Taufiq Kiemas menjadi ketua MPR, bukan berarti SBY juga mendukung PDIP bergabung ke kabinet. Begitu pula sikap SBY pada Partai Golkar.

"Kita tidak tahu itu. Itu strategi Pak SBY," pungkasnya.


Sumber : detik.com

12 September 2009

Pemred Tempo: Kalau Pak Susno Keberatan, Silakan Gunakan Hak Jawab

Jakarta - Pemred Majalah Berita Mingguan (MBM) Tempo Toriq Hadad tidak mempermasalahkan sikap Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji yang menulis surat kepada pemred-pemred media massa. Bila memang kecewa dengan pemberitaan Tempo, Susno diminta menggunakan hak jawab.

"Saya kira Pak Susno bisa menggunakan hak jawab sesuai UU yang berlaku. Silakan Pak Susno tulis surat pembaca ke Tempo," kata Toriq Hadad saat dihubungi detikcom, Sabtu (12/9/2009).



Toriq membantah Tempo tidak melakukan klarifikasi terhadap Susno atas tulisan Laporan Utama tentang kasus Bank Century itu. "Silakan dilihat sendiri, kami sudah mewawancarai Pak Susno," kata Toriq.

Toriq sudah mengetahui surat Susno yang ditujukan kepada para pemred media massa yang salah satunya berisikan protes terhadap Tempo. Namun, dia tidak mempermasalahkannya. "Ya gak apa-apa. Semua orang punya hak untuk menulis surat kepada siapa saja," kata dia.

Dalam Laporan Utama majalah Tempo, wawancara dengan Susno dimuat di jalaman 82. Wartawan Tempo mewawancarai Susno di sebuah restoran di Jalan Haji Agus Salim, Menteng, Jakarta Pusat, bersama beberapa wartawan media lain.

Dalam wawancaranya, Susno menjelaskan tentang keterlibatannya dalam proses pencairan dana milik Budi Sampoerna di Bank Century. Namun, Susno menegaskan tidak hanya mengurus dana Budi Sampoerna, tapi juga nasabah besar lainnya.

Susno membantah menerima bagian 10 persen atas proses pencairan uang itu. "Boro-boro. Saya malah yang mencarikan. Ongkos saya ke luar negeri juga belum diganti," ungkap Susno seperti ditulis Tempo.

29 August 2009

Malaysia Berniat Jadi Induk Budaya Melayu


Jakarta - Malaysia sudah membeli semua karya sastra dan budaya dari Kepulauan Riau dan Mentawai. Malaysia akan segera mendeklarasikan diri sebagai induk budaya Melayu.

"Hari ini Malaysia sudah membeli semua karya sastra dan budaya dari Kep Riau dan Mentawai. Indonesia nanti hanya bagian kecil induk budaya Melayu," ujar pegiat masyarakat nusantara Bondan Gunawan.

Bondan mengatakan itu dalam diskusi bertajuk 'Menjaga Bumi dan Budaya Indonesia' di Warung Daun, Jl Pakubuwono 10, Jakarta Selatan, Sabtu (29/8/2009).

Bondan menilai, langkah Malaysia yang membeli karya sastra dan budaya Indonesia dapat dikategorikan teror budaya. Malaysia telah mendeklarasikan perang budaya terhadap Indonesia.

"Apa yang harus kita lakukan marilah kita berpegang kepada Pancasila yang menyatukan persatuan nasional," sarannya.

Sumber : detik.com

15 July 2009

IBU HARUS MELINDUNGI


Catatan 9 Juli 2009

Catatan pertama tentang seharusnya begini, aku mulai dari cerita seorang ibu. Wanita yang telah mengandung kita selama 9 bulan. Wanita yang derajatnya 3 tingkat lebih tinggi dari ayah. Wanita yang di telapak kakinyalah surga kita berada. Wanita itu sangat istimewa, itulah ibu.

Mengingat ibu, mengingat tentang kebaikannya, ketulusannya, dan kehalusan sentuhan kasih sayangnya, selalu menyisakan rasa haru di dada. Apalagi kalau mengenang kebandelan kita ketika diberi nasehat, wejangan dan petuah yang baik. Mungkin karena tidak mengerti, tidak tahu, atau tahu tapi tidak mau tahu. Aku yakin betapa seringnya lidah ini melukai hatinya.


Ada kredo yang mengatakan “kasih ibu sepanjang masa” sangat terasa betulnya ucapan itu. Apalagi kalau ingat bagaimana Dia sering sekali melindungi aku, walaupun sudah benar-benar kenyataannya memang bersalah. Tidak jarang dia sering melindungi ketika bapak sudah mau marah besar. Ibu yang selalu menenangkan bapak untuk memberinya bahasa pengertian, sehingga lambat laun emosi bapak juga mereda…Ah aku tidak tahu bagaimana bila ibu tidak ada disampingku waktu itu. Yang pasti setelah selesai, dia bilang bahwa kesalahan itu jangan diulangi.

Oh iya tidak jarang ibu juga melakukan upaya preventif agar aku tidak kena marah duluan, biasanya dia dulu yang bilang “agak keras” sebagai cara untuk memarahiku. Hingga harapannya kesalahan itu tidak tercium bapakku, amanlah aku kalau begitu…..Ah alangkah baiknya ibuku. Bukan seperti ibu yang aku temui, sering memarahi anaknya di depan suaminya, hanya untuk suaminya tahu bahwa dia juga mendidiknya dengan baik, hanya ingin dilihat baik dimata suaminya….Untungnya ibuku ngga seperti itu….

05 July 2009

BUKANKAH BEGINI SEHARUSNYA???

Catatan 4 Juli 2009
Sengaja saya memulai judul tersebut dengan sebuah pertanyaan. Ketika banyak kejadian yang menimpa kita tidak sesuai harapan. Ketika keinginan dan harapan kadang tak linier dengan realita. Apalagi yang harus kita lakukan selain bertanya. Kenapa begini dan kenapa begitu itu pertanyaan yang akan muncul. Karena untuk bertanya harus berpikir . Karena setiap pertanyaan memerlukan jawaban. Dan untuk bisa menjawab harus merenung. Maka berpikir dan merenung..itulah kuncinya. Persis seperti pertanyaan Tuhan yang ditujukan kepada kita “apakah kamu tidak berpikir?”. Bagi saya inilah kualitas yang akan membedakan manusia satu dengan lainnya. Bukankah dengan berpikir pula kita pantas dijuluki dengan label Homo Sapien.

Bagi saya, kualitas hidup seseorang ditentukan dari seberapa hebat dia bisa menjawab semua pertanyaan dalam hidup. Tentu jawaban yang saya maksud bukan jawaban berupa verbal, tapi berupa action ketika menghadapi setiap kesulitan. Layakna anak sekolah, semakin tinggi kelasnya, maka akan semakin sulit pertanyaannya. Harus semakin berpikirlah untuk menjawabnya. Tapi tentu tidak semudah itu. Untuk bisa menjawab persoalan dengan baik. Pertanyaan yang munculpun jelas jangan yang biasa, agar tidak mudah terbaca.



Menurut saya, bagi kebanyakan orang, pertanyaan yang sulit akan hadir dari banyaknya dia mengalami hal-hal yang baru. Tak ubahnya seperti anak kecil yang bingung dan bertanya-tanya ketika dapat mainan baru. Biasanya dari hal-hal barulah kita banyak bertanya. Di kehidupan nyata bertemu hal baru dan keluar dari zona normal jelas memerlukan keberanian. Faktanya tidak semua orang berani keluar dari goa tempat dia bersemedi (zona nyaman). Banyak yang terjebak dalam istilah katak dalam tempurung. Mereka merasa mengetahui semuanya. Padahal dunia yang dia jalani hanya itu-itu saja. Kembali ke cerita diatas bahwa untuk bisa bertanya ,kita harus banyak menemui hal-hal baru.

Ada juga orang yang bisa membuat pertanyaan hidup tanpa harus melibatkan diri dalam hal baru. Bagaimana caranya??? Cukuplah dengan menjadi pengamat. Seseorang yang melihat sesuatu dari luar dunia yang sedang diamatinya. Contoh Mengamati kenapa banyak orang yang sudah berusaha sekuat tenaga, kerja keras banting tulang atau apapun istilahnya, tapi ternyata masih belum sukses juga. Masih banyak lagi pertanyaan mengenai hidup, mengapa hal ini begini dan mengapa kok jadi begitu. Perbendaharaan masalah yang semakin banyak dan semakin rumit, ketika dicoba untuk diselesaikan, mencari solusi, atau hanya sekedar mencari akar permasalah, jelas akan membuat kita berpikir keras, sehingga buah dari itu semua pemahaman dan pengertian kita dalam hidup semakin baik. Ditambah lagi kalau kita bisa menjadi bijaksana karenanya. Kan bisa dapat untung banyak….he3 kaya jualan aj.

Banyak hal yang mengganjal menjadi pertanyaan yang masih belum bisa terpecahkan. Besar harapan kalau blog ini akan menjadi media dan saksi bagaimana saya melihat hidup lebih dekat lagi. Berapa banyak pertanyaan yang bisa saya kumpulkan. Sedalam apa jawaban yang akan terbongkar dan tergali dari buah pikiran dan tindakan ini. Seberapa pantaskah jawaban itu bisa menjadi referensi banyak orang, ketika mereka dihadapkan dengan masalah yang saya. Atau paling tidak, mampukah jawaban itu bisa memuaskan dari pertanyaan yang muncul dibenak ini….Kita lihat saja nanti…….